Laman

Tuesday, October 18, 2016

Cara Menjaga Kesehatan Jiwa atau Mental Manusia








   


          Tinjauan pakar disiplin Ilmu, Pertama Musthafa Fahmi, ia mengatakan kesehatan jiwa adalah bebas dari gejala-gejala penyakit jiwa dan gangguan kejiwaan. Pengertian ini banyak dipakai dalam lapangan kedokteran jiwa (psikiatri). Kedua, Zakiah Daradjat mengemukakan, kesehatan mental adalah terhindar seseorang dari gangguan dan penyakit kejiwaan, mampu menyesuaikan diri, sanggup menghadapi masalah-masalah dan kegoncangan-kegoncangan biasa, adanya keserasian fungsi-fungsi jiwa (tidak ada konflik) dan merasa bahwa dirinya berharga, berguna dan bahagia, serta dapat menggunakan potensi yang ada padanya seoptimal mungkin. Ketiga, menurut M.Buchori, Orang yang sehat mentalnya ialah orang yang dalam ruhani atau dalam hatinya selalu merasa tenang, aman, dan tenteram. Sedangkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO)  Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya. Golongan yang kurang sehat mentalnya. Golongan yang kurang sehat adalah orang yang merasa terganggu ketentraman hatinya.

A.   Cara praktis yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental kita :
a.       Menerima dan menghargai diri sendiri
Setiap individu itu berbeda dan unik, namun satu hal yang sama adalah tidak ada
individu yang sempurna. Hargai diri kita sendiri. Kenali dan terima kelemahan yang
kita miliki, namun fokuslah pada hal-hal yang menjadi kelebihan kita. Bersikaplah
lebih realistis terhadap hal-hal yang masih ingin kita ubah dalam diri kita. Jika hal
tersebut dapat diubah, cobalah untuk mengubahnya secara perlahan. 

b.       Menjaga hubungan baik
Tidak perlu berjuang sendirian saat kita menghadapi suatu masalah. Hubungan keluarga
dan teman yang baik dapat membantu mengatasi tekanan dalam hidup karena dapat
memberikan masukan serta membuat kita merasa diperhatikan. Tetaplah menjaga
hubungan baik dengan selalu bertukar kabar lewat telepon, bertemu, dan saling bercerita.

c.       Aktif berkegiatan
Aktiflah bertemu dengan banyak orang dan tergabung dalam kegiatan baru
di lingkungan. Masuklah dalam komunitas, atur pertemuan dengan teman-teman,
atau ikuti kursus yang dapat membantu kita untuk merasa lebih baik. Ikut kegiatan
yang bertujuan membantu orang lain juga dapat membuat kita merasa dibutuhkan
dan menjadi semakin berharga. Hal ini membuat kepercayaan diri semakin
meningkat. Aktivitas seperti ini juga membantu kita melihat dunia dari pandangan
yang berbeda sehingga membantu melihat masalah dari sudut pandang yang lain.

d.       Bercerita kepada orang lain
Bercerita mengenai perasaan yang dirasakan bukan menandakan bahwa kita lemah,
tetapi merupakan bagian dari usaha kita untuk menjaga kesehatan mental.
Didengarkan oleh orang lain membuat kita merasa didukung dan tidak sendirian.
Mungkin awalnya sulit, namun jika terus dilakukan maka akan terbiasa. Oleh karena
itu, carilah orang yang anda bisa ajak berbicara dengan santai dan kemukakan apa
yang ada di kepala anda.

e.       Aktif bergerak
Temukan olahraga yang kita sukai dan mulai lakukan. Latihan pada badan dipercaya
dapat mengeluarkan senyawa kimiawi di dalam otak yang membuat kita merasa
lebih baik. Oleh karena itu, olah raga teratur dapat membuat kita merasa lebih positif,
membantu konsentrasi, tidur, serta membuat kita merasa dan terlihat lebih baik.
Bergerak tidak harus dengan olahraga, namun dapat dilakukan melalui kegiatan lain
seperti berjalan di taman, berkebun, atau melakukan pekerjaan rumah tangga.
Lakukan selama minimal 30 menit, 3 – 5 kali seminggu.

f.        Istirahat
Jika terlalu banyak kegiatan ternyata membuat kita tertekan, maka carilah waktu
untuk istirahat dan santai. Dengarkan tubuh kita sendiri. Jika tubuh sangat lelah,
berikan waktu untuk tidur. Selain itu lakukan kegiatan seperti mendengarkan musik,
membaca, menonton film, atau mencoba kegiatan baru yang menyenangkan. Anda
juga juga dapat melakukan pengaturan pernapasan, yoga, atau meditasi. Menggunakan
waktu 10 menit untuk istirahat dalam satu hari yang sibuk akan membantu kita mengatasi tekanan dengan lebih baik. 

g.       Konsumsi makanan dan minuman sehat
 Otak kita membutuhkan nutrisi agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik, seperti organ
yang ada di dalam tubuh kita. Melakukan diet yang seimbang dapat membantu kesehatan
mental kita karena dapat membantu cara berpikir dan cara kita merasakan sesuatu. Cobalah untuk mengkonsumsi 5 porsi buah-buahan dan sayuran setiap hari serta minum air putih. Minimalisir konsumsi minuman berkafein, berkadar gula tinggi, dan alkohol. Hindari makan, minum alkohol, merokok, dan menggunakan obat-obat terlarang untuk menyelesaikan masalah atau mengatasi perasaan tidak menyenangkan yang kita alami. Hal seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru sebaliknya akan menciptakan masalah baru.

B.   Indikator Kesehatan Mental dalam Al-Quran Dan Hadis
          Allah SWT mengutus utusannya dan menurunkan kitab-Nya. Hal ini untuk menunjukkan dan mengarahkan manusia pada sesuatu yang dapat menjaga fitrah mereka yang benar dan lurus, dapat membangun dan mengokohkan spritualnya dengan beriman kepada Allah SWT serta penyerahan diri sebagai proses penghambaan kepada-Nya tanpa menyekutukannya. Berpegang teguh pada ajaran-Nya serta merealisasikan nilai-nilai ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari.

1.       Hubungan Individu Dengan Allah Swt
         Beriman kepada Allah harus menjadi landasan utama bagi semua sikap dan tingkah laku sehari-hari. Sebab, hanya mereka yang memfungsikan imannya sebagai kendali kehidupan yang tetap memiliki. Agama tampaknya memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pengingkaran manusia terhadap agama mungkin karena faktor-faktor tertentu baik yang disebabkan oleh kepribadian maupun lingkungan masing-masing. Namun untuk menutupi atau meniadakan sama sekali dorongan dan rasa keagamaan kelihatannya sulit dilakukan, hal ini Karena manusia ternyata memiliki unsur batin yang cenderung mendorongnya untuk tunduk kepada Zat yang gaib, ketundukan ini merupakan bagian dari faktor intern manusia dalam psikologi kepribadian dinamakan pribadi (Self) ataupun hati nurani (conscience of man).
        Fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT ialah manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka tidak wajar, mereka tidak beragama tauhid itu hanya karena pengaruh lingkungan, seperti yang ada dalam (QS Ar Ruum 30:30)
Artinya: Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
      Penyimpangan atau penolakan terhadap fitrah kemanusian yang dinisbatkan pada fitrah keilahian, misalnya berbuat syirik, menafikan ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT dan memuaskan semua keinginan syahwatnya merupakan suatu penyimpangan terhadap fitrah tiap kemanusian. Orang-orang beriman memiliki sandaran kuat ketika mengalami badai krisis paling berat sekalipun, karena bebannya bisa dilimpahkan kepada Wali yaitu Allah SWT. 

2.       Hubungan Individu Dengan Diri Sendiri
        Allah SWT telah melengkapi manusia dengan instrumen canggih untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, yaitu berupa akal pikiran. Tugas akal pikirian adalah membuat keputusan (decision making), memecahkan masalah (problem solving) dan kreativitas (creativity). Dengan akal pikiran itu manusia berusaha mengatasi berbagai masalah yang ditemui secara kreatif sehingga mudah mengambil langkah-langkah penyelesaian berikutnya. Tidak buntu dalam satu titik lalu melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusian
         Seseorang hendaknya dapat memahami dirinya sendiri, mengetahui kemungkinan dan kemampuan yang ada dalam dirinya sehingga cita-cita yang ingin diraihnya.  Mampu menyelesaikan permasalahan dengan konstruktif, karena dia yakin bahwa Allah SWT tidak akan membebani hambanya dengan di luar kemampuan yang dimiliki seseorang. Termasuk perintah dan larangan yang dibebankan, tidak termasuk dalam kategori ini, yaitu menyulitkan dalam pelaksanaannya, tetapi justru menjadi vitamin bagi mental dan obat bagi jasmani, serta menjaga manusia dari berbagai kesulitan. Dengan demikian, masalah yang dihadapi manusia berkaitan tugas dan kewajiban sebagai hamba semestinya dapat diatasi. Apabila terjadi di luar kemampuan seseorang maka gugur pula kewajiban itu, atau dalam batas-batas tertentu diberikan rukhsah.
         Suatu keniscayaan dalam kehidupan manusia adalah silih bergantinya banyak hal yang dapat memberi kepuasan, kebahagian, dan pada kesempatan lain terjadi kemalangan yang dapat membuat kekecewaan dan kesedihan. Sejatinya, semua orang dapat menerima sesuatu yang membahagiakan, tetapi tidak dapat menerima sesuatu yang menyedihkan. Bagi orang yang sehat mental ia tegar dalam menghadapi kenyataan, baik yang membahagiakan dan menyedihkan, dengan sikap wajar (tidak berlebihan) sebagai suatu variasi dan dinamika kehidupan. Apalagi jika didasari oleh iman yang memaknai sesuatu yang menimpa manusia merupakan musibah sebagai media utama untuk meraih kebahagian dan kesuksesan.

3.       Hubungan Individu Dengan Orang Lain
        Manusia merupakan makhluk sosial yang harus bersosialisi dengan lingkungan sekitarnya. Ia butuh berkomunikasi, mencintai dan dicintai, berafilisi dengan sesama, dan mengaktualisasikan dirinya secara optimal, semua itu membutuhkan keberadaan orang lain. Persahabatan, pergaulan, kerjasama, serta tolong menolong adalah naluri manusia yang harus tetap diwujudkan dan dipelihara dalam setii’ap individu. Hidup menyendiri atau teralienasi dari kehidupan orang banyak membawa dampak buruk kepada kesehatan mental.
      Manusia diciptakan dalam keragaman; gender, etnis, ras, agama, bahasa, warna kulit, budaya agar mereka berupaya saling mengenal. Dari perkenalan itu dapat dibangun kerjasama untuk membangun dan memakmurkan bumi tempat tinggal bersama. Artinya: Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
         Hikmah keberadaan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal, bukan untuk berbangga bangga tentang keturunan, tetapi yang paling mulia disisi Allah adalah manusia yang bertakwa. Selain untuk saling mengenal al-quran juga mendorong manusia untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, tidak dalam perbuatan dosa dan permusuhan.



Daftar Pustaka:

Rakhmat, Jalaludin. September 2003. Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Jakarta: Serambi
 
Rakhmat, Jalaludin. 2015. Psikologi Agama Memahami Perilaku dengan Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi. Jakarta Timur: Rajawali Press

  Daradjat, Zakiah. 1983. Islam dan Kesehatan Mental, Jakarta: Jakarta Pusat: Gunung Agung

Fahmi, Musthafa. 1977. Kesehatan Jiwa dalam Keluarga, Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Bulan Bintang 

http://doktersehat.com/menjaga-kesehatan-mental/

No comments:

Post a Comment