Tinjauan pakar
disiplin Ilmu, Pertama Musthafa Fahmi, ia mengatakan kesehatan jiwa adalah
bebas dari gejala-gejala penyakit jiwa dan gangguan kejiwaan. Pengertian ini
banyak dipakai dalam lapangan kedokteran jiwa (psikiatri). Kedua, Zakiah
Daradjat mengemukakan, kesehatan mental adalah terhindar seseorang dari
gangguan dan penyakit kejiwaan, mampu menyesuaikan diri, sanggup menghadapi
masalah-masalah dan kegoncangan-kegoncangan biasa, adanya keserasian
fungsi-fungsi jiwa (tidak ada konflik) dan merasa bahwa dirinya berharga,
berguna dan bahagia, serta dapat menggunakan potensi yang ada padanya seoptimal
mungkin. Ketiga, menurut M.Buchori, Orang yang sehat mentalnya ialah orang yang
dalam ruhani atau dalam hatinya selalu merasa tenang, aman, dan tenteram. Sedangkan
menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) Seseorang dikatakan memiliki mental
yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi
yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya. Golongan yang
kurang sehat mentalnya. Golongan yang kurang sehat adalah orang yang merasa
terganggu ketentraman hatinya.
A. Cara praktis yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga
kesehatan mental kita :
a. Menerima
dan menghargai diri sendiri
Setiap individu itu berbeda dan unik, namun satu hal yang sama adalah tidak ada
individu yang sempurna. Hargai diri kita sendiri. Kenali dan terima kelemahan yang
kita miliki, namun fokuslah pada hal-hal yang menjadi kelebihan kita. Bersikaplah
lebih realistis terhadap hal-hal yang masih ingin kita ubah dalam diri kita. Jika hal
tersebut dapat diubah, cobalah untuk mengubahnya secara perlahan.
Setiap individu itu berbeda dan unik, namun satu hal yang sama adalah tidak ada
individu yang sempurna. Hargai diri kita sendiri. Kenali dan terima kelemahan yang
kita miliki, namun fokuslah pada hal-hal yang menjadi kelebihan kita. Bersikaplah
lebih realistis terhadap hal-hal yang masih ingin kita ubah dalam diri kita. Jika hal
tersebut dapat diubah, cobalah untuk mengubahnya secara perlahan.
b. Menjaga
hubungan baik
Tidak perlu berjuang sendirian saat kita menghadapi suatu masalah. Hubungan keluarga
dan teman yang baik dapat membantu mengatasi tekanan dalam hidup karena dapat
memberikan masukan serta membuat kita merasa diperhatikan. Tetaplah menjaga
hubungan baik dengan selalu bertukar kabar lewat telepon, bertemu, dan saling bercerita.
Tidak perlu berjuang sendirian saat kita menghadapi suatu masalah. Hubungan keluarga
dan teman yang baik dapat membantu mengatasi tekanan dalam hidup karena dapat
memberikan masukan serta membuat kita merasa diperhatikan. Tetaplah menjaga
hubungan baik dengan selalu bertukar kabar lewat telepon, bertemu, dan saling bercerita.
c. Aktif
berkegiatan
Aktiflah bertemu dengan banyak orang dan tergabung dalam kegiatan baru
di lingkungan. Masuklah dalam komunitas, atur pertemuan dengan teman-teman,
atau ikuti kursus yang dapat membantu kita untuk merasa lebih baik. Ikut kegiatan
yang bertujuan membantu orang lain juga dapat membuat kita merasa dibutuhkan
dan menjadi semakin berharga. Hal ini membuat kepercayaan diri semakin
meningkat. Aktivitas seperti ini juga membantu kita melihat dunia dari pandangan
yang berbeda sehingga membantu melihat masalah dari sudut pandang yang lain.
Aktiflah bertemu dengan banyak orang dan tergabung dalam kegiatan baru
di lingkungan. Masuklah dalam komunitas, atur pertemuan dengan teman-teman,
atau ikuti kursus yang dapat membantu kita untuk merasa lebih baik. Ikut kegiatan
yang bertujuan membantu orang lain juga dapat membuat kita merasa dibutuhkan
dan menjadi semakin berharga. Hal ini membuat kepercayaan diri semakin
meningkat. Aktivitas seperti ini juga membantu kita melihat dunia dari pandangan
yang berbeda sehingga membantu melihat masalah dari sudut pandang yang lain.
d. Bercerita
kepada orang lain
Bercerita mengenai perasaan yang dirasakan bukan menandakan bahwa kita lemah,
tetapi merupakan bagian dari usaha kita untuk menjaga kesehatan mental.
Didengarkan oleh orang lain membuat kita merasa didukung dan tidak sendirian.
Mungkin awalnya sulit, namun jika terus dilakukan maka akan terbiasa. Oleh karena
itu, carilah orang yang anda bisa ajak berbicara dengan santai dan kemukakan apa
yang ada di kepala anda.
Bercerita mengenai perasaan yang dirasakan bukan menandakan bahwa kita lemah,
tetapi merupakan bagian dari usaha kita untuk menjaga kesehatan mental.
Didengarkan oleh orang lain membuat kita merasa didukung dan tidak sendirian.
Mungkin awalnya sulit, namun jika terus dilakukan maka akan terbiasa. Oleh karena
itu, carilah orang yang anda bisa ajak berbicara dengan santai dan kemukakan apa
yang ada di kepala anda.
e. Aktif
bergerak
Temukan olahraga yang kita sukai dan mulai lakukan. Latihan pada badan dipercaya
dapat mengeluarkan senyawa kimiawi di dalam otak yang membuat kita merasa
lebih baik. Oleh karena itu, olah raga teratur dapat membuat kita merasa lebih positif,
membantu konsentrasi, tidur, serta membuat kita merasa dan terlihat lebih baik.
Bergerak tidak harus dengan olahraga, namun dapat dilakukan melalui kegiatan lain
seperti berjalan di taman, berkebun, atau melakukan pekerjaan rumah tangga.
Lakukan selama minimal 30 menit, 3 – 5 kali seminggu.
Temukan olahraga yang kita sukai dan mulai lakukan. Latihan pada badan dipercaya
dapat mengeluarkan senyawa kimiawi di dalam otak yang membuat kita merasa
lebih baik. Oleh karena itu, olah raga teratur dapat membuat kita merasa lebih positif,
membantu konsentrasi, tidur, serta membuat kita merasa dan terlihat lebih baik.
Bergerak tidak harus dengan olahraga, namun dapat dilakukan melalui kegiatan lain
seperti berjalan di taman, berkebun, atau melakukan pekerjaan rumah tangga.
Lakukan selama minimal 30 menit, 3 – 5 kali seminggu.
f.
Istirahat
Jika terlalu banyak kegiatan ternyata membuat kita tertekan, maka carilah waktu
untuk istirahat dan santai. Dengarkan tubuh kita sendiri. Jika tubuh sangat lelah,
berikan waktu untuk tidur. Selain itu lakukan kegiatan seperti mendengarkan musik,
membaca, menonton film, atau mencoba kegiatan baru yang menyenangkan. Anda
juga juga dapat melakukan pengaturan pernapasan, yoga, atau meditasi. Menggunakan
waktu 10 menit untuk istirahat dalam satu hari yang sibuk akan membantu kita mengatasi tekanan dengan lebih baik.
Jika terlalu banyak kegiatan ternyata membuat kita tertekan, maka carilah waktu
untuk istirahat dan santai. Dengarkan tubuh kita sendiri. Jika tubuh sangat lelah,
berikan waktu untuk tidur. Selain itu lakukan kegiatan seperti mendengarkan musik,
membaca, menonton film, atau mencoba kegiatan baru yang menyenangkan. Anda
juga juga dapat melakukan pengaturan pernapasan, yoga, atau meditasi. Menggunakan
waktu 10 menit untuk istirahat dalam satu hari yang sibuk akan membantu kita mengatasi tekanan dengan lebih baik.
g. Konsumsi
makanan dan minuman sehat
Otak kita membutuhkan nutrisi agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik, seperti organ
yang ada di dalam tubuh kita. Melakukan diet yang seimbang dapat membantu kesehatan
mental kita karena dapat membantu cara berpikir dan cara kita merasakan sesuatu. Cobalah untuk mengkonsumsi 5 porsi buah-buahan dan sayuran setiap hari serta minum air putih. Minimalisir konsumsi minuman berkafein, berkadar gula tinggi, dan alkohol. Hindari makan, minum alkohol, merokok, dan menggunakan obat-obat terlarang untuk menyelesaikan masalah atau mengatasi perasaan tidak menyenangkan yang kita alami. Hal seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru sebaliknya akan menciptakan masalah baru.
Otak kita membutuhkan nutrisi agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik, seperti organ
yang ada di dalam tubuh kita. Melakukan diet yang seimbang dapat membantu kesehatan
mental kita karena dapat membantu cara berpikir dan cara kita merasakan sesuatu. Cobalah untuk mengkonsumsi 5 porsi buah-buahan dan sayuran setiap hari serta minum air putih. Minimalisir konsumsi minuman berkafein, berkadar gula tinggi, dan alkohol. Hindari makan, minum alkohol, merokok, dan menggunakan obat-obat terlarang untuk menyelesaikan masalah atau mengatasi perasaan tidak menyenangkan yang kita alami. Hal seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru sebaliknya akan menciptakan masalah baru.
B. Indikator
Kesehatan Mental dalam Al-Quran Dan Hadis
Allah SWT mengutus
utusannya dan menurunkan kitab-Nya. Hal ini untuk menunjukkan dan mengarahkan
manusia pada sesuatu yang dapat menjaga fitrah mereka yang benar dan lurus,
dapat membangun dan mengokohkan spritualnya dengan beriman kepada Allah SWT
serta penyerahan diri sebagai proses penghambaan kepada-Nya tanpa
menyekutukannya. Berpegang teguh pada ajaran-Nya serta merealisasikan
nilai-nilai ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari.
1.
Hubungan Individu Dengan Allah Swt
Beriman kepada
Allah harus menjadi landasan utama bagi semua sikap dan tingkah laku
sehari-hari. Sebab, hanya mereka yang memfungsikan imannya sebagai kendali
kehidupan yang tetap memiliki. Agama tampaknya memang tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia. Pengingkaran manusia terhadap agama mungkin karena
faktor-faktor tertentu baik yang disebabkan oleh kepribadian maupun lingkungan
masing-masing. Namun untuk menutupi atau meniadakan sama sekali dorongan dan
rasa keagamaan kelihatannya sulit dilakukan, hal ini Karena manusia ternyata
memiliki unsur batin yang cenderung mendorongnya untuk tunduk kepada Zat yang
gaib, ketundukan ini merupakan bagian dari faktor intern manusia dalam
psikologi kepribadian dinamakan pribadi (Self) ataupun hati nurani (conscience
of man).
Fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan
Allah SWT ialah manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama
tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka tidak wajar, mereka tidak
beragama tauhid itu hanya karena pengaruh lingkungan, seperti yang ada dalam
(QS Ar Ruum 30:30)
Artinya: Maka hadapkanlah
wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang
telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah
Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Penyimpangan atau penolakan terhadap fitrah kemanusian
yang dinisbatkan pada fitrah keilahian, misalnya berbuat syirik, menafikan
ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT dan memuaskan semua keinginan
syahwatnya merupakan suatu penyimpangan terhadap fitrah tiap kemanusian.
Orang-orang beriman memiliki sandaran kuat ketika mengalami badai krisis paling
berat sekalipun, karena bebannya bisa dilimpahkan kepada Wali yaitu Allah SWT.
2. Hubungan
Individu Dengan Diri Sendiri
Allah SWT telah melengkapi manusia dengan instrumen canggih untuk
mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, yaitu berupa akal
pikiran. Tugas akal pikirian adalah membuat keputusan (decision making),
memecahkan masalah (problem solving) dan kreativitas (creativity). Dengan akal
pikiran itu manusia berusaha mengatasi berbagai masalah yang ditemui secara
kreatif sehingga mudah mengambil langkah-langkah penyelesaian berikutnya. Tidak
buntu dalam satu titik lalu melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan
dengan nilai-nilai kemanusian
Seseorang hendaknya dapat memahami dirinya sendiri, mengetahui
kemungkinan dan kemampuan yang ada dalam dirinya sehingga cita-cita yang ingin
diraihnya. Mampu menyelesaikan permasalahan dengan konstruktif, karena
dia yakin bahwa Allah SWT tidak akan membebani hambanya dengan di luar
kemampuan yang dimiliki seseorang. Termasuk perintah dan larangan yang
dibebankan, tidak termasuk dalam kategori ini, yaitu menyulitkan dalam
pelaksanaannya, tetapi justru menjadi vitamin bagi mental dan obat bagi jasmani,
serta menjaga manusia dari berbagai kesulitan. Dengan
demikian, masalah yang dihadapi manusia berkaitan tugas dan kewajiban sebagai
hamba semestinya dapat diatasi. Apabila terjadi di luar kemampuan seseorang
maka gugur pula kewajiban itu, atau dalam batas-batas tertentu diberikan
rukhsah.
Suatu keniscayaan dalam kehidupan manusia adalah silih bergantinya
banyak hal yang dapat memberi kepuasan, kebahagian, dan pada kesempatan lain
terjadi kemalangan yang dapat membuat kekecewaan dan kesedihan. Sejatinya,
semua orang dapat menerima sesuatu yang membahagiakan, tetapi tidak dapat
menerima sesuatu yang menyedihkan. Bagi orang yang sehat mental ia tegar dalam
menghadapi kenyataan, baik yang membahagiakan dan menyedihkan, dengan sikap
wajar (tidak berlebihan) sebagai suatu variasi dan dinamika kehidupan. Apalagi
jika didasari oleh iman yang memaknai sesuatu yang menimpa manusia merupakan
musibah sebagai media utama untuk meraih kebahagian dan kesuksesan.
3. Hubungan
Individu Dengan Orang Lain
Manusia merupakan makhluk sosial yang harus bersosialisi dengan
lingkungan sekitarnya. Ia butuh berkomunikasi, mencintai dan dicintai,
berafilisi dengan sesama, dan mengaktualisasikan dirinya secara optimal, semua
itu membutuhkan keberadaan orang lain. Persahabatan, pergaulan, kerjasama,
serta tolong menolong adalah naluri manusia yang harus tetap diwujudkan dan
dipelihara dalam setii’ap individu. Hidup menyendiri atau teralienasi dari
kehidupan orang banyak membawa dampak buruk kepada kesehatan mental.
Manusia diciptakan dalam keragaman; gender, etnis, ras, agama, bahasa,
warna kulit, budaya agar mereka berupaya saling mengenal. Dari perkenalan itu
dapat dibangun kerjasama untuk membangun dan memakmurkan bumi tempat tinggal
bersama. Artinya: Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Hikmah
keberadaan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal,
bukan untuk berbangga bangga tentang keturunan, tetapi yang paling mulia disisi
Allah adalah manusia yang bertakwa. Selain untuk saling mengenal al-quran juga
mendorong manusia untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, tidak
dalam perbuatan dosa dan permusuhan.
Daftar Pustaka:
Rakhmat, Jalaludin. 2015. Psikologi Agama Memahami Perilaku dengan
Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi. Jakarta Timur: Rajawali
Press
Daradjat, Zakiah. 1983. Islam dan
Kesehatan Mental, Jakarta: Jakarta Pusat: Gunung Agung
http://doktersehat.com/menjaga-kesehatan-mental/

No comments:
Post a Comment